Thursday, December 27, 2012

KOTA TARAKAN

Kota Tarakan merupakan satu-satunya kota di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 250,80 km² dan sesuai dengan data Badan Kependudukan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana, Kota Tarakan berpenduduk sebanyak 239.787 jiwa. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil.
Semboyan dari kota Tarakan adalah Tarakan Kota "BAIS" (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera).

Kecamatan

Kota Tarakan terbagi atas 4 Kecamatan, yaitu:
  • Kecamatan Tarakan Barat
  • Kecamatan Tarakan Tengah
  • Kecamatan Tarakan Timur
  • Kecamatan Tarakan Utara

Kota Tarakan terdiri dari 4 Kecamatan dan 20 Kelurahan, untuk Kecamatan Tarakan Barat dan Tarakan Tengah masing-masing terdiri dari 5 Kelurahan, untuk Tarakan Timur terdiri dari 7 Kelurahan dan 3 Kelurahan untuk Tarakan Utara.
Berikut adalah daftar Kelurahan di Kota Tarakan:
  1. Kelurahan Karang Anyar
  2. Kelurahan Karang Anyar Pantai
  3. Kelurahan Karang Balik
  4. Kelurahan Karang Rejo
  5. Kelurahan Karang Harapan
  6. Kelurahan Pamusian
  7. Kelurahan Kampung 1 Skip
  8. Kelurahan Selumit
  9. Kelurahan Selumit Pantai
  10. Kelurahan Sebengkok
  11. Kelurahan Lingkas Ujung
  12. Kelurahan Gunung Lingkas
  13. Kelurahan Kampung 4
  14. Kelurahan Kampung 6
  15. Kelurahan Mamburungan
  16. Kelurahan Mamburungan Timur
  17. Kelurahan Pantai Amal
  18. Kelurahan Juata Permai
  19. Kelurahan Juata Laut
  20. Kelurahan Juata Kerikil

Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14'23" - 3°26'37" Lintang Utara dan 117°30'50" - 117°40'12" Bujur Timur, terdiri dari 2 (dua) pulau, yaitu Pulau Tarakan dan Pulau Sadau dengan luas wilayah mencapai 657,33 km².
Adapaun batas-batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah Utara : Kecamatan Pulau Bunyu
  • Sebelah Timur : Laut Sulawesi
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Tanjung Palas
  • Sebelah Barat : Kecamatan Sesayap dan Kecamatan Sekatak
Suhu udara minimum Kota Tarakan rata-rata 24,1 °C dan maksimum 31,1 °C dengan Kelembabab rata-rata 84,7%. Curah Hujan dalam 5 tahun terakhir rata-rata sekitar 308,2 mm/bulan dan penyinaran rata-rata 49,82%, telah memberikan julukan tersendiri bagi pulau ini sebagai daerah yang tak kenal musim.

Berikut adalah pertumbuhan penduduk Kota Tarakan dari tahun 1980 :
TahunPopulasi
198055.444 jiwa
199184.648 jiwa
1997109.353 jiwa
1998113.565 jiwa
2000116.641 jiwa
2001121.588 jiwa
2003149,998 jiwa
2005168.331 jiwa
2007176.981 jiwa
2008178.111 jiwa
2010193.069 jiwa [13]
2012239.787 jiwa
Berdasarkan data yang ada pada hasilSensus_Penduduk Penduduk (halaman belum tersedia)">Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kota Tarakan mencapai 193.069 jiwa, terdiri dari laki-laki = 101.464 jiwa dan perempuan = 91.605 jiwa.
Penduduk Tarakan berdasarkan wilayah :
Jumlah penduduk di Kecamatan Tarakan Barat adalah 67.780 jiwa, berikut adalah data dari setiap kelurahan :
KelurahanPendudukLuas
Karang Anyar27.573 jiwa5,61 km²
Karang Anyar Pantai17.855 jiwa8,51 km²
Karang Balik7.875 jiwa0,80 km²
Karang Harapan7.621 jiwa12,31 km²
Karang Rejo6.856 jiwa0,76 km²
Jumlah penduduk di Kecamatan Tarakan Tengah adalah 60.397 jiwa, berikut adalah data dari setiap kelurahan :
KelurahanPendudukLuas
Kampung 1 Skip8.410 jiwa50,61 km²
Pamusian14.131 jiwa2,54 km²
Sebengkok15.019 jiwa1,48 km²
Selumit6.490 jiwa0,43 km²
Selumit Pantai16.347 jiwa0,48 km²
Jumlah penduduk di Kecamatan Tarakan Timur adalah 42.909 jiwa, berikut adalah data dari setiap kelurahan :
KelurahanPendudukLuas
Gunung Lingkas7.905 jiwa3,19 km²
Lingkas Ujung10.409 jiwa1,16 km²
Kampung 44.529 jiwa11,39 km²
Kampung 65.433 jiwa11,21 km²
Mamburungan7.633 jiwa8,51 km²
Mamburungan Timur2.531 jiwa10,40 km²
Pantai Amal4.469 jiwa12,15 km²
Jumlah penduduk di Kecamatan Tarakan Utara adalah 21.983 jiwa, berikut adalah data dari setiap kelurahan :
KelurahanPendudukLuas
Juata Kerikil4.705 jiwa10,59 km²
Juata Laut10.401 jiwa84,54 km²
Juata Permai6.877 jiwa14,23 km²

Kota Tarakan, yang didiami oleh suku asli Tidung, dalam perkembangannya sebagaimana daerah lain dihuni pula oleh suku-suku lain seperti, Suku Dayak, Banjar, Jawa, Bugis, Batak, Toraja, Tionghoa, dan lain-lain.
Pemeluk agama terbesar adalah Islam disamping Kristen, Hindu dan Budha. Berikut jumlah Penduduk Menurut Agama/Kepercayaan :
Islam162.983 jiwa
Protestan20.633 jiwa
Katolik5.523 jiwa
Budha3.746 jiwa
Hindu162 jiwa
Khonghucu12 jiwa
Lain-lain10 jiwa
Dibidang kesenian, Tanah Paguntaka ini terkenal akan Tari Jepen yang merupakan tari asli daerah ini, selain Hadrah dan tari-tari tradisional yang berasal dari berbagai daerah. Sementara di dunia musik, perkembangan musik tradisional dan modern juga menunjukkan kemajuan yang berarti.

edit (HR)

Kota Yang terlupakan



27 Desember 2012.Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa tidung “Tarak” (bertemu) dan “Ngakan” (makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain. Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau. 

Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14'23" - 3°26'37" Lintang Utara dan 117°30'50" - 117°40'12" Bujur Timur, terdiri dari 2 (dua) pulau, yaitu Pulau Tarakan dan Pulau Sadau dengan luas wilayah mencapai 657,33 km².
Adapaun batas-batas wilayah sebagai berikut :
  • Sebelah Utara : Kecamatan Pulau Bunyu
  • Sebelah Timur : Laut Sulawesi
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Tanjung Palas
  • Sebelah Barat : Kecamatan Sesayap dan Kecamatan Sekatak
Suhu udara minimum Kota Tarakan rata-rata 24,1 °C dan maksimum 31,1 °C dengan Kelembabab rata-rata 84,7%. Curah Hujan dalam 5 tahun terakhir rata-rata sekitar 308,2 mm/bulan dan penyinaran rata-rata 49,82%, telah memberikan julukan tersendiri bagi pulau ini sebagai daerah yang tak kenal musim.
tarakan merupakan tempat yang didatangi jepang pertama kali pada saat tiba diindonesia, buktinya adalah pertempuran tarakan 

Pertempuran Tarakan terjadi pada tanggal 11-12 Januari 1942. Meskipun Tarakan hanya pulau berawa-rawa kecil diKalimantan timur laut di Hindia Belanda, tetapi terdapat 700 sumur minyak, penyulingan minyak dan lapangan udara, yang merupakan tujuan utama Kekaisaran Jepang dalam Perang Pasifik.
Sebelum invasi dimulai, dilakukan penyerangan udara terhadap empat pesawat terbang pada 25 Desember 1941. Pada 28 Desember lima Brewster Bufallo Belanda menyergap delapan Mitsubishi A6M Jepang. Dua atau tiga Buffalo dan dua A6M tertembak jatuh. Seorang pilot Belanda dilaporkan hilang dan seorang lagi tewas. Sebuah pesawat terbang Belanda yang berada di lapangan terbang rusak akibat serangan ini.
Kesatuan di bawah Laksamana Madya Hirose Sueto berangkat pada 7 dan 8 Januari dari Davao dan Jolo ke arah selatan menujut Kalimantan. Di dalamnya terdapat penabur ranjau, pemburu kapal selam, kapal pendarat cepat, dan 16 kapal angkut serta Resimen Tempur ke-56 dan Satuan Khusus Pendarat Angkatan Laut Kure ke-2. Untuk keamanan Armada Perusak ke-4 di bawah Laksamana Muda dan Divisi Perusak ke-2 dan ke-9 disiagakan. Dua kapal pengangkut pesawat terbang amfibi dan 23 pesawat tempur yang berpangkalan di Jolo dipersiapkan untuk memberikan bantuan udara.
Ketika Dornier Do 24 milik Belanda pada 10 Januari 1942 melihat kedatangan armada Jepang, komandan pulau Letnan Kolonel S. de Waal memerintahkan untuk menghancurkan ladang-ladang minyak yang ada.
20.000 tentara Jepang di bawah Mayor Jenderal Sakaguchi Shizuo mendarat di pantai timur Tarakan pada tanggal 11 Januari. Sebaliknya pasukan Belanda tidak banyak terkonsentrasi di pantai timur karena pantai barat dinilai lebih sesuai untuk pendaratan pasukan.
Pada akhirnya Jepang berhasil merebut Tarakan dalam dua hari] walaupun Belanda berusaha keras mempertahankannya. Lebih dari setengah pasukan Belanda gugur. Selama invasi kapal penyebar ranjau Prins van Oranje yang berpangkalan di sana berhasil ditenggelamkan ketika berusaha melarikan diri dari kepungan Jepang.

sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Tarakan

edit (HR)